DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan petani kelapa sawit dengan mendorong stabilisasi harga tandan buah segar (TBS) yang belakangan mengalami penurunan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi antara DPRD Babel dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Bangka Belitung yang membahas dinamika kebijakan perdagangan dan ekspor crude palm oil (CPO) yang berdampak pada harga sawit serta perekonomian masyarakat. Pertemuan berlangsung di Ruang Banmus DPRD Babel, Selasa (2/6/2026).
Salah satu langkah yang didorong DPRD yakni meminta seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) kembali membeli TBS petani sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan dalam rapat bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Babel pada 7 Mei 2026.
“Kami mengacu pada hasil rapat di kementerian yang dipimpin Wakil Menteri pada 29 Mei lalu. DPRD meminta seluruh PKS menjalankan kesepakatan harga yang telah dibahas bersama pemerintah daerah,” kata Didit.





