ERPEKAT Babel Tegas Tolak LGBT dan “Boti”, Ibnu Hajar: Jangan Biarkan Jati Diri Bangka Belitung Tergerus

PANGKALPINANG – Ketua ERPEKAT Bangka Belitung, Ibnu Hajar, S.E., M.M., menegaskan sikap organisasinya menolak normalisasi LGBT dan fenomena yang di masyarakat kerap disebut “boti” di Bangka Belitung.

Ibnu Hajar mengatakan, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Bangka Belitung memiliki nilai adat, agama dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat dan harus tetap dijaga.

“Kami tegas menolak normalisasi LGBT di Bangka Belitung. Jangan sampai atas nama kebebasan, nilai agama, adat dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat justru semakin tergerus,” kata Ibnu Hajar.

Ia mendorong pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, keluarga, lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama memperkuat pembinaan karakter generasi muda.

“Modern boleh, maju wajib, tetapi identitas jangan hilang. Bangka Belitung punya adat, budaya dan nilai agama yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Menurut Ibnu Hajar, menjaga nilai budaya daerah bukan berarti menolak perkembangan zaman. Namun, kemajuan harus tetap berjalan seiring dengan penguatan karakter dan identitas masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa sikap ERPEKAT bukan merupakan ajakan untuk melakukan kekerasan, penghinaan maupun persekusi terhadap individu.

Menurutnya, setiap kritik dan penolakan terhadap fenomena sosial harus disampaikan melalui jalur yang konstitusional, edukatif dan bermartabat.

“Kita boleh keras dalam sikap, tetapi tetap beradab dalam tindakan. Yang kita perjuangkan adalah menjaga karakter generasi muda dan jati diri Bangka Belitung,” pungkas Ketua ERPEKAT Babel, Ibnu Hajar, S.E., M.M.

banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *